Post Icon

Adakah Tempat Di Hati Kita Untuk Yesus?





Adakah Tempat Di Hati Kita Untuk Yesus?
Menjelang Natal, drama detik-detik kelahiran Yesus menjadi sesuatu yang akrab dipandangan kita. Disana selalu diceritakan bagaimana Maria dan Yusuf ditolak ketika mencari tempat untuk bersalin. Mereka akhirnya hanya mendapatkan sebuah tempat untuk binatang dan sebuah palungan untuk membaringkan bayi Yesus.
Walaupun memang kondisi saat itu semua rumah penginapan sedang penuh karena banyak orang yang "pulang kampung" untuk sensus, faktanya adalah "Sang Anak Allah yang Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan" itu ketika lahir dicatat "tidak ada tempat bagi-Nya". Rasul Yohanes juga mencatat hal yang sama walau dari perspektif yang berbeda: Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya Yohan1:11.
Kini setelah lebih dari 2000 tahun paska peristiwa itu, ternyata masih banyak orang yang tetap menolak kelahiran Yesus. Natal yang sejatinya peringatan akan kelahiran Yesus, dieksploitasi sedemikian rupa hingga menjadi sebuah momen untuk pesta pora dan hedonisme. Bahkan kelompok American Atheis dengan lantang mengeluarkan seruan untuk tetap merayakan Natal namun membuang Yesus. Sungguh sebuah ironi yang menyedihkan.
Lalu bagaimana dengan umat Kristen saat ini, sudahkah kita menerima Yesus lahir di hidup kita? Sudahkah kita memberikan ruang di hati kita untuk-Nya bertahta sehingga Dia boleh memerintah dalam hidup kita? Atau jangan-jangan selama ini dalam hati dan hidup kita sekalipun tidak ada tempat bagi-Nya. Kita hanya sibuk merencanakan liburan akhir tahun, belanja kado Natal atau sibuk pelayanan di kebaktian Natal, namun tetap tidak memberi tempat untuk Yesus.
Mari kita memanfaatkan momen malam Natal ini untuk refleksi, apakah Yesus sudah lahir dan bertahta di dalam kehidupan kita.
Sumber : buletinpilar,christianpost/vn

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Kisah Wanita dan 25 Orang Penolongnya


Kisah Wanita dan 25 Orang Penolongnya
Pada tanggal 20 November 1988, harian Los Angeles Times melaporkan insiden berikut:
Seorang wanita menjerit karena terperangkap dalam sebuah mobil yang menggantung pada sebuah sisi transisi Jalan Tol Los Angeles Timur dan berhasil diselamatkan pada Sabtu pagi itu. Wanita berusia sembilan belas tahun ini jelas-jelas tertidur ketika mengemudikan mobilnya pukul 00:15. Mobilnya menabrak teralis pengaman, tergantung karena ban kiri belakangnya.

Setengah lusin pengemudi lainnya berhenti, mengambil tambang dari kendaraan mereka, mengikat belakang mobil wanita itu, dan mempertahankannya hingga unit darurat tiba. Sebuah tangga dijulurkan dari bawah untuk membantu menstabilkan mobilnya sementara para pemadam kebakaran mengikat kendaraan itu kepada dua truk dengan kabel dan rantai.

"Setiap kali kami mau menggerakkan mobilnya," kata salah seorang penyelamat, "wanita ini menjerit, Ia kesakitan."

Dibutuhkan hampir dua setengah jam bagi para pengemudi yang lewat, petugas patroli jalan tol, pengemudi truk derek, petugas pemadam kebakaran, yang semuanya berjumlah kira-kira dua puluh lima orang, untuk menarik mobil wanita ini hingga selamat.

"Lucu juga," kata Ross Marshall, Kapten Pemadam Kebakaran Los Angeles, setelah usaha besar untuk menyelamatkan wanita itu. "Sementara kami berusaha untuk menolong wanita ini," Marshall berkata  "Wanita ini terus saja mengatakan, "Biar saya kerjakan sendiri, Biar saya kerjakan sendiri!." (Passers-By Aid in Rescue", harian Los Angeles Times, 20 November 1988).

Refleksi:

Entah apa yang ada dalam benak wanita muda tersebut sehingga ia selalu berkata "Biar saya kerjakan sendiri" berulang-ulang sementara dua puluh lima orang dengan berbagai alat berat sedang menolong dia selama dua setengah jam.

Tentu aneh mengapa wanita itu berkata demikian, apakah ia gugup, panik atau ketakutan, tentu saja sikap itu tidak menunjukkan sikap yang benar, seolah-olah ia sanggup mengalahkan semua orang dengan alat-alat berat yang dipakai untuk menolongnya. Tentu ia sendirian tidak akan sanggup menolong diri sendiri dan agar mobilnya tidak terjatuh (mungkin saja disisi jalan tol itu adalah tebing yang curam atau cukup dalam).

Sejatinya setiap orang membutuhkan orang lain ketika menghadapi masalah yang tidak mungkin diselesaikan seorang diri, dibutuhkan kesadaran diri dan kerendahan hati untuk menerima bantuan orang lain.

"Merupakan langkah besar dalam perkembangan Anda ketika menyadari bahwa orang lain dapat membantu Anda bekerja lebih baik ketimbang sendirian." – Andrew Carnegie.

"Sendirian kita bisa mengerjakan sedikit; bersama-sama kita bisa mengerjakan banyak." -Hellen Keller.
Sumber : inspirasijiwa.com / bm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Tommy, Anjing yang Setia Kunjungi Misa

http://www.jawaban.com/news/userfile/200113-RYS1-tommy-anjing-yang-rajin-misa.jpg 

Kesetiaan seekor anjing seringkali mencengangkan, baru-baru ini dunia dibuat takjub oleh kisah seekor anjing bernama Tommy yang  menghadiri misa setiap hari setelah tuannya meninggal dunia.
Tommy adalah jenis anjing gembala Jerman berusia 7 tahun, dia adalah anjing dari Maria Margherita Lochi. Lochi sebelumnya selalu membawa anjingnya tersebut menghadiri misa di gereja Santa Maria Assunta di San Donaci, Italia. Malangnya, Lochi meninggal dunia sekitar dua bulan lalu. Di hari pemakaman, Tommy ikut dalam misa pemakaman, bahkan mengikuti peti Lochi ketika dibawa ke gereja. Setelah pemakaman tersebut, Tommy sepertinya merindukan tuannya, dan setiap bel gereja berbunyi yang menandakan misa akan dilangsungkan, Tommy langsung berlari dan duduk di bagian depan altar.
"Saya tidak mendengar satu gonggongan pun selama dia datang," demikian ungkap Bapa Donato Panna, pastor gereja tersebut. "Dia menunggu dengan sabar disamping altar hingga misa selesai. Saya tidak sampai hati mengusirnya - saya sendiri juga pernah kehilangan anjing, jadi saya biarkan dia disana sampai misa selesai, baru saya keluarkan dia."
Tommy mungkin tidak mengerti apa yang dilakukannya di gereja, ia hanya mengingat bahwa tuannya selalu pergi ke sana setiap kali lonceng gereja berbunyi. Ia begitu mencintai tuannya dan menjadikan gereja tersebut sebagai pengingat akan kasih sayang tuannya.
Jika seekor anjing bisa menghargai cinta yang ia rasakan, bukankah kita sebagai manusia harus lebih dari itu? Tuan kita, Yesus Kristus telah menunjukkan cinta-Nya kepada kita dengan mati di kayu salib agar kita tidak binasa, bahkan dengan anugrah-Nya yang begitu besar, kita bisa menikmati segala yang baik dalam hidup ini. Tetapi apakah kita merespon kasih sayang Tuan kita seperti Tommy dengan menunjukkan kesetiaan dan kasih kepada-Nya?  Mari kita dengar panggilan-Nya untuk mendekat kepada-Nya dan setialah mengikuti kemanapun Dia memimpin.
Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku sama seperti Bapa mengenal Aku dan Aku mengenal Bapa, dan Aku memberikan nyawa-Ku bagi domba-domba-Ku. ~ Yohanes 10:14-15
Sumber : Yahoo.com | Jawaban.com| Puji Astuti

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Kuasa Doa di Tempat Kerja

http://www.jawaban.com/news/userfile/kuasadoaditempatkerjaUB.jpg

Abraham dan Ayub adalah pengusaha yang sangat sukses di zamannya. Keberhasilan mereka di dalam bisnis tidak lepas dari kehidupan doa. Begitu juga dengan Daniel, dikenal sabagai pejabat yang berkedudukan tinggi di empat masa pemerintahan yang berbeda. Apa rahasia keberhasilannya? Daniel berdoa tiga kali sehari pada Tuhan. Lalu Daud, raja yang sering disebut-sebut namanya dalam Alkitab juga dikenal kedekatannya dengan Tuhan melalui doa dan puji-pujian. Kemudian keberhasilan Samuel menjadi pemimpin rohani Israel karena doa-doanya kepada Tuhan.
Modal, skill, pengalaman dan koneksi memang merupakan faktor penting penentu keberhasilan. Namun, diatas semuanya itu, jangan pernah melupakan untuk berdoa. Kekuatan doa sungguh luar biasa. Cobalah mengawali pekerjaan Anda dalam doa, lalu lihatlah perbedaannya. Bisnis ataupun karir yang ditopang oleh doa dapat memberi hasil yang lebih! Saat kita berdoa, sebenarnya kita sedang mendatangkan kuasa Tuhan bekerja dalam kehidupan kita.

Rajinlah untuk berdoa. Jadikanlah ini gaya hidup Anda. Lebih mudah berdoa dan melakukan sesuatu yang tidak mungkin, daripada tanpa berdoa. Doa mendatangkan mukjizat. Doa mendatangkan berkat. Doa mendatangkan kehidupan. Doa mendatangkan kuasa dan pernyataan Allah! Mulailah jadikan doa sebagai bagian kehidupan sehari-hari sekarang juga.

Mulailah dari hal yang kecil hingga yang penting dalam kehidupan Anda dan cobalah mengucap syukur atasnya.


Sumber : faithwords.kennysung.com / bm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Pengorbanan Bapa

 http://www.jawaban.com/assets/uploads/believers24/images/main/130327061332.jpg

Seperti biasanya setelah beberapa nyanyian pujian pada Kebaktian Minggu, Pendeta gereja itu perlahan-lahan berdiri dan berjalan menuju mimbar. Namun kali ini sebelum ia memulai kotbahnya, secara singkat ia memperkenalkan seorang Pendeta tamu yang hadir pada Kebaktian hari itu.
Dalam ucapan perkenalan, si Pendeta menyebutkan bahwa Pendeta tamu tersebut adalah teman karibnya sewaktu ia masih kanak-kanak dan ia meminta kepadanya untuk memperkenalkan dirinya kepada Jemaat dan berbagi sedikit pengalaman yang mungkin bermanfaat untuk disampaikan dalam Kebaktian hari itu. Kemudian Pendeta tua tersebut mengayunkan langkahnya menuju ke atas mimbar dan mulai berbicara.

"Seorang ayah dan anaknya serta seorang teman dari anaknya pergi berlayar di Pantai Lautan Pasifik, ketika angin topan dahsyat menghalangi usaha mereka untuk kembali ke tepi pantai," demikian ia memulai ceritanya. "Gelombang ombak sedemikian besar dan kerasnya membuat sang ayah yang walaupun adalah seorang pelaut yang handal, tidak dapat menguasai kapal layarnya lagi dan kapal itu pun terbalik menenggelamkan mereka bertiga ke dalam air."

Pendeta tua itu berhenti sejenak dan beradu pandangan dengan 2 orang anak remaja duduk di depan mimbar yang sejak mulai Kebaktian kelihatannya sangat tertarik dengan ceritanya.
Pendeta tua itu mulai meneruskan ceritanya, "Dengan memegang pelampung penyelamat bertali, sang ayah harus membuat keputusan yang paling krusial dalam hidupnya: kepada siapa ujung tali pelampung itu harus dilemparkan. Ia hanya mempunyai beberapa detik untuk memutuskan. Sang ayah tahu bahwa anaknya adalah seorang Kristen sedangkan teman anaknya itu bukan."

Gelombang yang ganas tidak dapat lama menunggu keputusan sang ayah sehingga ia segera melemparkan ujung tali pelampung itu kepada teman anaknya sambil berteriak, 'Anakku, aku mencintaimu, nak!' Pada saat sang ayah menarik teman anaknya itu kembali ke kapal yang terbalik itu, anaknya sendiri sudah menghilang ditelan oleh ganasnya gelombang di malam yang kelam itu. Dan tubuhnya tidak pernah diketemukan lagi. Kedua anak remaja yang duduk didepan mimbar tersebut dengan cemas tidak sabar lagi menunggu lanjutan cerita yang keluar dari mulut Pendeta tua itu.

Pendeta tua melanjutkan, sang ayah tahu bahwa anaknya berada di tempat menuju kehidupan kekal bersama Yesus dan ia tidak dapat membayangkan apa jadinya kalau teman anaknya yang belum mengenal Yesus berakhir hidupnya pada waktu tersebut. Itulah sebabnya ia mengorbankan anaknya sendiri untuk menolong teman anaknya itu.

"Betapa besarnya kasih Allah sehingga Ia harus melakukan hal yang sama untuk kita. Allah Bapa Surgawi sudah mengorbankan Anak TunggalNya supaya kita bisa diselamatkan. Saya mohon supaya kalian semua bersedia menerima tawaranNya untuk menolong Anda dan memegang erat ujung tali pelampung penyelamat yang Dia lemparkan kepada Anda dalam kebaktian ini."

Keheningan memenuhi ruangan gereja begitu Pendeta tua tersebut kembali ke tempat dan duduk di kursinya. Setelah kebaktian selesai, kedua anak remaja yang duduk di depan mimbar tadi datang menemui Pendeta tua. Salah seorang darinya dengan sopan berkata, "Itu tadi adalah suatu cerita yang sangat bagus tapi saya rasa tidak realistis karena sangat tidak masuk akal bagi seorang ayah yang rela mengorbankan anaknya sendiri dengan harapan bahwa teman anaknya itu akan menjadi Kristen."

"Yah, mungkin kamu benar dari sudut pandangmu," jawab Pendeta tua itu sambil melirik ke Alkitabnya yang sudah lusuh. Kemudian dengan senyuman yang melebar di wajahnya ia memandang kedua anak remaja itu dan berkata," Nampaknya tidak realistis, bukan? Tetapi saya berdiri di sini hari ini untuk mengatakan kepada kalian bahwa dari pengalaman cerita saya tadi, saya benar-benar tahu bagaimana perasaan dari Allah Bapa yang sudah mengorbankan AnakNya bagi saya. Ketahuilah bahwa... sebenarnya saya ini adalah ayah dari anak dalam cerita saya tadi dan Pendeta kalian disini adalah teman anak saya itu."
Baca juga : 






Cry of the Broken
Sumber : sumberhidupituanugerah.blogspot.com / bm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Post Icon

Doa Sungguh Mengubah Sesuatu

http://www.jawaban.com/assets/uploads/yenny_k/images/main/130415155212.jpg

Apakah doa dapat mengubah suatu keadaan secara tiba-tiba ?
Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah caramu memandang situasi tersebut!

Apakah doa mengubah kondisi keuanganmu dimasa depan?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kepada siapa engkau berharap untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari!

Apakah doa mengubah hati yang hancur atau tubuh yang rusak ?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah sumber kekuatan dan sumber penghiburanmu!

Apakah doa mengubah apa yang kau butuhkan dan inginkan ?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah kebutuhanmu menjadi sesuai dengan keinginan Tuhan!

Apakah doa mengubah caramu melihat dunia?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah dengan mata siapa kau akan melihat dunia!
Apakah doa mengubah penyesalanmu di masa lalu?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubah harapanmu di masa depan!

Apakah doa mengubah orang-orang disekitarmu ?

Tidak, tidak selalu, tetapi doa akan mengubahmu-masalah tidak selalu terletak dalam diri orang-orang disekitarmu!

Apakah doa mengubah hidupmu dengan cara yang tidak dapat kau jelaskan?

Oh, ya, selalu! dan Doa akan benar- benar mengubah seluruh dirimu!

Apakah doa sungguh mengubah segala sesuatu ?

YA, doa sungguh mengubah segala sesuatu.

Baca juga :
Mendagri Ajak Foke dan Jokowi Sukseskan Pilgub DKI Jakarta 2012
Tweet-an Agnes Monica Tentang Kedatangan Siwon Suju
Jokowi-Basuki Tak Setuju Pelaksanaan UN
Sumber : inspirasi-kristen.blogspot.com /bm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS